Hubungan Kecerdasan Emosional dan Motivasi Mengajar dengan Kinerja Guru IPS SMP di Provinsi Maluku Utara
DOI:
https://doi.org/10.37640/jip.v13i1.877Keywords:
kecerdasan emosional, kinerja guru, motivasi mengajarAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui klasifikasi tinggi atau rendahnya tingkat kecerdasan emosional (Emotional Quotien, EQ), motivasi mengajar dan kinerja guru, (2) mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan kinerja guru guru, (3) mengetahui hubungan antara motivasi mengajar dengan kinerja guru guru, dan (4) mengetahui hubungan antara EQ dan motivasi mengajar dengan kinerja guru. Penelitian ini dengan metode ex-postfacto.Sampel dalam penelitian ini adalah guru IPS SMP di Provinsi Maluku Utara tahun 2019/2020. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa: (1) EQ, motivasi mengajar dan kinerja guru, termasuk dalam kategori tinggi;EQ dan kinerjaguru, termasuk dalam kategori tinggi;motivasi mengajar dengan Kinerja guru, termasuk dalam kategori sedang; (2) terdapat hubungan kuat positif antara EQ dengan kinerjaguru sebesar 0,634; (3) terdapat hubungan kuat positif antara motivasi mengajar dengan kinerja guru sebesar 0,641; dan (4) terdapat hubungan kuat positif antara EQ dan motivasi mengajar dengan kinerja guru sebesar 0,772.
Downloads
References
Fitri, N. F., & Adelya, B. (2017). Kematangan emosi remaja dalam pengentasan masalah. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia), 2(2), 30-39. https://doi.org/10.29210/02225jpgi0005
Ghassani, N. S., & Saifudin, A. (2020). Studi Metafora Konseptual pada Idiom Bahasa Jepang yang mengandung Bagian Tubuh dan Bermakna Emosi. Japanese Research on Linguistics, Literature, and Culture, 2(2), 161-177. https://doi.org/10.33633/jr.v2i2.3990
Goleman, D. (2002). Kecerdasan Emosi untuk Mencapai Puncak Prestasi. Jakarta: Gramedia Pustaka.
Goleman, D. (2009). Kecerdasan Emosional: Mengapa EI Lebih Penting dari pada IQ. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kristianto, D. (2012). Meningkatkan Motivasi Kerja Dengan Penghargaan Berbasis Kinerja Bagi Akuntan Publik. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan, 10(2), 174-181.
Kurniasari, A. (2016). Gaya Pengasuhan Dan Kecerdasan Emosi Anak. Sosio Informa, 2(2), 185-202. https://doi.org/10.33007/inf.v2i2.269
Nasryah, C. E., & Rahman, A. A. (2019). Efektifitas Pendekatan Realistic Approach Dalam Meningkatkan Emotional Quotient (EQ) Siswa. Visipena, 10(2), 229-238. https://doi.org/10.46244/visipena.v10i2.503
Shofuroh, S., Arifin, B. S., & Fahmi, I. (2012). Hubungan antara Kecerdasan Emosi dengan Kinerja Guru MTs Attaqwa Kota Tangerang. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(1), 500-510.https://doi.org/10.15575/psy.v5i1.2147
Siregar, S. (2014). Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara.
Sugiyono. (2013). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Supardi, U. (2013). Aplikasi Statistik dalam Penelitian. Jakarta: Adikita.
Tiro, M. A. (2002). Analisis Korelasi dan Regresi. Makassar: Universitas Negeri Makasar Press.
Tridhonanto, A.(2009). Melejitkan Kecerdasan Emosi (EQ) Buah hati: Panduan bagi Orang Tua untuk Melejitkan EQ (Kecerdasan Emosional). Jakarta: PTAlex Media Komputindo.
Yulika, R. (2019). Pengaruh kecerdasan emosi dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa di SMP Negeri 1 Sengkang. Inspiratif Pendidikan, 8(2), 252-270.https://doi.org/10.24252/ip.v8i2.7838
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara Jakarta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors agree that this article remains permanently open access under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
















