Ecological Citizenship Based on Green Constitution through Environmental Education

Authors

  • Sri Rahayu Pudjiastuti Program Magister of Pancasila and Civics Education, STKIP Arrahmaniyah, Indonesia
  • Saryono Pancasila and Civics Education, STKIP Kusuma Negara, Indonesia
  • Lutfi Hardianto Pancasila and Civics Education, STKIP Kusuma Negara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37640/jip.v16i1.2088

Keywords:

Education, Ecological citizenship, Green constitution

Abstract

Problems associated with green constitution-based ecological citizenship include challenges in law enforcement, conflicts between economic and environmental interests, social inequality, and difficulties in encouraging adequate public participation. The purpose of this research is to see how the green constitution can help raise environmental awareness in Indonesia through education. The research found, using a qualitative approach and literature analysis techniques, that environmental education should be part of the national curriculum. The results show that education based on environmental principles can make people more involved in environmental protection.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, I., Mujib, I., & Ahnaf, M. I. (Eds.). (2008). Agama dan Kearifan Lokal dalam Tantangan Global. Sekolah Pascasarjana UGM.

Alikodra, H. S. (2002). Konservasi Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Gunung Halimun Bagi Pembangunan Daerah Terlanjutkan. Berita Biologi, 6(1).

Batoro, Jati. 2015. Pengolahan Lingkungan Dengan Pendekatan Etnobiologi-Etnobotani. Malang: UB Press.

Daryanto, A. S., & Suprihatin, A. (2013). Pengantar Pendidikan Lingkungan Hidup. Yogyakarta: Gava Media, 24.

Falah, F., Sayektiningsih, T., & Noorcahyati, N. (2013). Keragaman Jenis dan Pemanfaatan Tumbuhan Berkhasiat Obat oleh Masyarakat Sekitar Hutan Lindung Gunung Beratus, Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 10(1), 1-18.

Firdaus, F. Z. (2018). Aplikasi Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Deepublish.

Habiba, R., Ngabekti, S., & Indriyanti, D. R. (2023). Pengembangan Ensiklopedia Keanekaragaman Hayati di Kabupaten Jepara sebagai Suplemen Bahan Ajar untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Sikap Konservasi Lingkungan. Journal on Education, 6(1), 620-635.

Hidayat, S., Hikmat, A., & Zuhud, E. A. (2010). Kajian Etnobotani Masyarakat Kampung Adat Dukuh Kabupaten Garut, Jawa Barat. Media Konservasi, 15(3).

Hilman, I. (2017). Kearifan Lokal Masyarakat Adat Kampung Dukuh sebagai Cagar Budaya di Desa Ciroyom Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Tasikmalaya: Univesitas Siliwangi Tasikmalaya.

Humaedi, M. A. (2016). Etnografi Bencana; Menakar Peran Para Pemimpin Lokal dalam Pengurangan Resiko Bencana Yogyakarta: PT LKIS Printing Cemerlang.

Juhadi, J. (2007). Pola-Pola Pemanfaatan Lahan dan Degradasi Lingkungan pada Kawasan Perbukitan. Jurnal Geografi, 4(1), 11-24.

Keraf, A. S. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: PT. Kompas Media.

Kurniawan, D., & Fatmawati, I. (2019). Persepsi Masyarakat Madura Terhadap Peran Tumbuhan Etnofarmaka di Kabupaten Sumenep. Jurnal Pertanian Cemara, 16(2), 1-7. DOI: https://doi.org/10.24929/fp.v16i2.809

Leksono, S. M. (2017, May). Pengaruh Pembelajaran Mini Riset Berbasis Kearifan Lokal terhadap Kesadaran Konservasi Keanekaragaman Hayati. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP (Vol. 1, No. 2).

Muhtadi, Asep S. danAgus Ahmad Safei (ed.). (2012). Al-Qur’an Kitab Ramah Lingkungan. Bandung: LPTQ Provinsi Jawa Barat.

Nisyapuri, F. F., Iskandar, J., & Partasasmita, R. (2018, July). Studi Etnobotani Tumbuhan Obat di Desa Wonoharjo, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. In Jurnal Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia (Vol. 4, No. 2, pp. 122-132). DOI: 10.13057/psnmbi/m040205

Nurjannah, S., Zuhud, E. A., & Prasetyo, L. B. (2015). Sebaran Spasial Tumbuhan Obat Yang dimanfaatkan Masyarakat Kampung Nyungcung, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Media Konservasi, 20(3).

Permana, R. C. E., Nasution, I. P., & Gunawijaya, J. (2016). Kearifan Lokal Masyarakat Baduy dalam Mitigasi Bencana. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Prasetyo, A. R., & Qomar, M. M. (2019, December). Nilai-Nilai Kearifan Lokal (Local Genius) Sebagai Penguat Karakter Bangsa Pada Ragam Hias Lamin Adat Pemung Tawai. In Seminar Nasional Hasil Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (SNP2M) (Vol. 4, No. 1, pp. 50-54).

Pudjiastuti, S. R. (2019). Metode Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Media Akademi.

Rahayu, M., Sunarti, S., Sulistiarini, D., & Prawiroatmodjo, S. (2006). Pemanfaatan Tumbuhan Obat Secara Tradisional Oleh Masyarakat Lokal di Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara. Biodiversitas, 7(3), 245-250.

Santhyami, S., & Sulistyawati, E. (2021). Medicinal Knowledge of Traditional Community in Kampung Dukuh, Garut Regency, West Java. Al-Kauniyah: Jurnal Biologi, 14(1), 162-183.

Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Sutardi, T. (2007). Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya. PT Grafindo Media Pratama.

Syahputra, G. S., Astuti, M. A., Piter, P., & Arbain, D. (2021). Kajian Etnofarmasi dan Fitokimia Tumbuhan Obat Kampung Adat Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia, 14(1), 15-35. DOI 10.22435/jtoi.v14i1.3016

Downloads

Published

2024-07-31