Penerapan Metode Blended Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kuda-Kuda Pencak Silat
Keywords:
Blended learning, hasil belajar, Belajar Kuda-Kuda PencakAbstract
Abstrak
Pencak silat adalah salah satu cabang olahraga yang berorientasi kepada olahraga beladiri dalam gerakannya memperhatikan berbagai komponen fisik baik itu kekuatan, kelenturan, keseimbangan. unsur pukulan dan serangan, unsur tahanan dan pertahanan, unsur hindaran atau usaha penyelamatan sasaran. Pada proses pembelajaran khususnya materi pencak silat terdapat beberapa gerak dasar yang harus dikuasai salah satunya gerak dasar kuda-kuda. Dilihat dari proses pembelajaran pada masa pandemi ini guru menggunakan metode belajar online (Daring). Penerapan metode Blended learning untuk meningkatkan hasil belajar gerak dasar kuda-kuda pencak silat ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah proses pembelajaran gerak dasar kuda-kuda pencak silat dengan menggunakan metode Blended learning dpat meningkatkan hasil belajar gerak dasar kuda-kuda pencak silat baik Pengetahuan maupun Keterampilan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian Tindakan kelas (action research) dengan menerapkan metode pembelajaran Blended learning menggunakan siklus yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan beberapa tahapan yaitu Perencanaan (planning), Tindakan (action), Observasi (observing) dan refleksi (reflection). Penelitian dilaksanakan dengan waktu penelitian pada semester 1 (Ganjil) dengan subjek penelitian sebanyak 17 siswa. Dalam penelitian ini data diperoleh dari pengetahuan dan keterampilan melalui instrument penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan metode belajar Blended Learning dapat meningkatkan hasil belajar gerak dasar kuda-kuda pencak silat pada siswa kelas 2 SDIT Kaffah Islamic School Jakarta pusat
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan STKIP Kusuma Negara III

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The authors agree that this article remains permanently open access under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




