Pemberdayaan Remaja Dalam Peningkatan Kesehatan Neuromuskular Melalui Aktivitas Fisik Dan Edukasi Nutrisi Sebagai Upaya Pencegahan Risiko Kanker Tulang

Authors

  • Siti Utami Dewi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatmawati
  • Ayuda Nia Agustina Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatmawati, Indonesia
  • Ayu Muthia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatmawati, Indonesia
  • Al Mukarromah Adnan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatmawati, Indonesia
  • Alifiya Nur Fadhilah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatmawati, Indonesia
  • Daniel Petra Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatmawati, Indonesia
  • Zulkarnaini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Fatmawati, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37640/japd.v6i2.3104

Keywords:

aktivitas fisik , kanker tulang, kesehatan neuromuskular, nutrisi, remaja

Abstract

Pendahuluan: Rendahnya aktivitas fisik, keterbatasan pengetahuan nutrisi, serta kurangnya pemahaman mengenai kesehatan neuromuskular dan tulang pada remaja menjadi dasar pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan perilaku sehat remaja melalui aktivitas fisik dan edukasi nutrisi sebagai upaya promotif-preventif terhadap risiko kanker tulang. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada bulan April-Juni 2026 dengan melibatkan 25 remaja Karang Taruna. Tahapan kegiatan meliputi asesmen awal, edukasi kesehatan, pelatihan aktivitas fisik neuromuskular, edukasi nutrisi, pemanfaatan media digital, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil: Pengetahuan kategori baik meningkat dari 32% menjadi 80%, dengan rerata nilai meningkat dari 60,9 menjadi 85,5. Aktivitas fisik rutin meningkat dari 32% menjadi 76%, sedangkan perilaku konsumsi sumber kalsium meningkat dari 32% menjadi 72% dan protein dari 52% menjadi 84%. Sebagian besar indikator kegiatan mencapai atau melampaui target yang ditetapkan. Kesimpulan: Program pemberdayaan berbasis edukasi, aktivitas fisik neuromuskular, nutrisi, dan pendampingan mampu meningkatkan pengetahuan serta mendorong perilaku sehat remaja dalam mendukung kesehatan neuromuskular dan tulang.

References

Hereford, T., Kellish, A., Samora, J. B., & Nichols, L. R. (2024). Understanding the importance of peak bone mass. Journal of the Pediatric Orthopaedic Society of North America, 7(100031), 1–6. https://doi.org/10.1016/j.jposna.2024.100031

Mahyudin, F., Edward, M., Basuki, M. H., Bari, Y. A., & Suwandani, Y. (2018). Osteosarcoma Has Not Become Attention to Society Profile of Osteosarcoma Patients at dr. Soetomo General Hospital Surabaya “A Retrospective Study.” Journal Orthopaedi and Traumatology Surabaya, 7(1), 20–30. https://doi.org/https://doi.org/10.20473/joints.v7i1.2018.20-30

Mocini, E., Cardinali, L., Vincenzo, O. Di, Moretti, A., Baldari, C., Iolascon, G., & Migliaccio, S. (2025). An Integrated Nutritional and Physical Activity Approach for Osteosarcopenia. Nutrients, 17(2842), 1–19. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/nu17172842

National Cancer Institute. (2018). Primary bone cancer. National Institutes of Health.

Ouyang, C., Liu, X., Chen, C., & Chen, C. (2025). Urban–rural disparities in diagnosis, treatment, and prognosis of primary bone cancer: An Observational Study. Medicine, 104(43), 1–8. https://doi.org/10.1097/MD.0000000000045548

Wardhani, I. K., Djajanti, C. W., & Wiguna, Y. (2025). Rasio Aktivitas Fisik Terhadap Risiko Osteoporosis Pada Lansia. Jurnal Mitra Keluarga, 7(2), 239–246.

Downloads

Published

2026-10-26