Biodiversity Art Festival Sebagai Inovasi Kampanye Konservasi Keanekaragaman Hayati Di Ruang Publik

Authors

  • Sri Rahayu Pudjiastuti Program Studi Magister PPKn, STKIP Arrahmaniyah, Depok
  • Sri Rumiati Program Studi Magister PPKn, STKIP Arrahmaniyah, Depok
  • Moh. Rais Program Studi Pendidikan Biologi, STKIP Arrahmaniyah, Depok
  • Nestiyanto Hadi Program Studi Pendidikan Biologi, STKIP Arrahmaniyah, Depok
  • Noer Syarifah Aini Program Studi Pendidikan Biologi, STKIP Arrahmaniyah, Depok
  • Iqbal Mujadid Program Studi Pendidikan Biologi, STKIP Arrahmaniyah, Depok

DOI:

https://doi.org/10.37640/japd.v6i1.2745

Keywords:

kampanye konservasi, keanekaragaman hayati, ruang publik

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang sebagai kampanye konservasi lingkungan dengan memanfaatkan seni dan musik sebagai media utama untuk menumbuhkan kesadaran ekologis masyarakat. Program Biodiversity Art Festival bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepedulian publik terhadap pentingnya konservasi keanekaragaman hayati melalui aktivitas kreatif yang edukatif, partisipatif, dan komunikatif. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum, khususnya pengunjung Car Free Day. Pendekatan berbasis seni dipilih karena mampu menyampaikan pesan lingkungan secara emosional dan simbolik sehingga mudah diterima oleh masyarakat dari berbagai latar belakang. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 4 Januari 2026 di Jl. Margonda, Depok, bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day, sebagai ruang publik dengan intensitas interaksi masyarakat yang tinggi. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan kegiatan seni-edukatif, serta evaluasi partisipasi dan respon masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kampanye konservasi berbasis seni di ruang publik efektif meningkatkan kesadaran ekologis, menarik partisipasi aktif masyarakat, serta membuka ruang dialog yang inklusif mengenai isu keanekaragaman hayati. Kegiatan ini berpotensi menjadi model kampanye konservasi yang inovatif dan berkelanjutan dalam pengabdian kepada masyarakat.

References

Clayton, S., & Myers, G. (2015). Conservation Psychology: Understanding and Promoting Human Care for Nature. Oxford: Wiley-Blackwell.

Curtis, D. J. (2009). Creating inspiration: The role of the arts in creating empathy for ecological restoration. Ecological Management & Restoration, 10(3), 174–184.

Dewey, J. (2005). Art as Experience. New York: Perigee Books.

Inwood, H. (2013). Cultivating artistic approaches to environmental learning. International Journal of Education & the Arts, 14(3), 1–22.

Iskandar, J. (2017). Ekologi Manusia dan Pembangunan Berkelanjutan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

NS Ainy, I Mujadid, SR Pudjiastuti, N Hadi (2025), Pemanfaatan BioInvasometer Dalam Kajian Biologi Konservasi, Bandung: CV Widina Media Utama.

Primack, R. B. (2014). Essentials of Conservation Biology. Sunderland: Sinauer Associates.

SR Pudjiastuti, NF Majidah, NS Ainy, N Hadi, LD Fannessia. (2024). “Plant Diversity at the Cipayung Final Waste Processing Site and Its Potential for Phytoremediation”, Proceeding of International Conference on education 3, 1-10.

SR Pudjiastuti (2025), Etika Islam Dalam Menjaga Lingkungan Hidup, Bandung: CV Widina Media Utama.

UNESCO. (2019). Culture and Education for Sustainable Development. Paris: UNESCO Publishing.

Downloads

Published

2026-05-31