Bela Negara dalam Ruang Publik Digital: Analisis Diskursus Partisipasi dan Kritik Sosial di Media Sosial
DOI:
https://doi.org/10.37640/jcv.v6i2.2845Keywords:
Bela negara digital, Ruang publik digital, Partisipasi kewargaan, Kritik sosialAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana diskursus partisipasi dan kritik sosial di media sosial merepresentasikan bela negara dalam ruang publik digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui qualitative content analysis terhadap diskursus digital yang bersumber dari konten publik media sosial. Unit analisis berupa unggahan, komentar, meme, video, utas, dan bentuk ekspresi digital yang berkaitan dengan persoalan publik. Analisis difokuskan pada tiga klaster isu, yaitu fasilitas dan gaya hidup pejabat, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta polemik kewarganegaraan terkait penerima atau alumni beasiswa LPDP. Hasil penelitian mengidentifikasi empat fungsi bela negara dalam ruang publik digital, yaitu protektif, promotif, partisipatif, dan kritis-korektif. Fungsi partisipatif dan kritis-korektif muncul secara konsisten pada ketiga klaster, sedangkan fungsi protektif dan promotif muncul pada konteks yang lebih spesifik. Temuan menunjukkan bahwa kritik terhadap pemerintah tidak secara otomatis merupakan sikap anti-negara, tetapi juga tidak dapat langsung dikategorikan sebagai bela negara. Kritik digital memperoleh makna kewargaan ketika berorientasi pada kepentingan publik, memiliki fungsi korektif, bertanggung jawab terhadap informasi, dan menghormati martabat manusia. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan konsep critical–corrective civic action sebagai tindakan kewargaan digital yang memanfaatkan kritik, pengawasan, satire, dan tuntutan akuntabilitas untuk mendorong perbaikan kehidupan publik. Temuan ini memperluas konsepsi bela negara digital dari paradigma yang dominan defensif dan promotif menuju praktik kewargaan demokratis yang juga partisipatif dan kritis-korektif.
References
Akbar, R. S., Iskandar, T., Abadi, M. D., Bachtiar, S., Khomaidi, M. I., Damayanti, T. O., Prasetyo, M. A., & Renhard, R. (2024). Memperkuat ketahanan nasional: Aktualisasi bela negara melalui literasi digital. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 16(2), 253–261. https://doi.org/10.37304/jpips.v16i2.17694
Amalia, A. R., & Wahidin, D. (2025). Peran media sosial dalam meningkatkan kesadaran bela negara Generasi Z. Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, 15(2), 99–120. https://doi.org/10.33172/jpbh.v15i2.19813
Datau, Y., Djou, D. N., & Zakaria, U. (2025). Ujaran kebencian dalam kolom komentar pada konten Pilpres 2024 di media sosial TikTok. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(4), 3761–3772. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i4.20282
Franzke, A. S., Bechmann, A., Ess, C. M., & Zimmer, M. (Eds.). (2020). Internet research: Ethical guidelines 3.0. Association of Internet Researchers.
Halversen, A., & Weeks, B. E. (2023). Memeing politics: Understanding political meme creators, audiences, and consequences on social media. Social Media + Society, 9(4). https://doi.org/10.1177/20563051231205588
Hariyanti, H., Darmawan, C., Rahmat, R., Anggraeni, L., Rafni, A., Radini, R., & Hasibuan, H. A. (2026). Social media: A means of developing Generation Z’s political participation in the digital era. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 23(1), 80–95. https://doi.org/10.21831/jc.v23i1.90231
Ifada, E. (2024). Ngopi daring bela negara: Kajian rasionalitas Generasi Z terhadap pemahaman bela negara melalui media sosial [Skripsi sarjana, Universitas Lampung]. Digital Library Universitas Lampung.
Kozinets, R. V. (2020). Netnography: The essential guide to qualitative social media research (3rd ed.). SAGE Publications.
Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). SAGE Publications.
Kurniati, P., Nursyamsiah, S., Barokah, A., & Saryono, S. (2025). Peran strategis media massa dalam mengungkap kasus pungli: Transparansi, akuntabilitas, dan pendidikan antikorupsi dalam tata kelola pemerintahan. Jurnal Citizenship Virtues, 5(1), 62–69. https://doi.org/10.37640/jcv.v5i1.2289
Marchi, R., & Clark, L. S. (2021). Social media and connective journalism: The formation of counterpublics and youth civic participation. Journalism, 22(2), 285–302. https://doi.org/10.1177/1464884918807811
McDaniel, D. S. (2024). “Bold of them to assume I want to wait until I’m older to do what I love”: One teens’ activism and civic engagement online. Journal of Adolescent & Adult Literacy, 67(6), 363–375. https://doi.org/10.1002/jaal.1343
Mulyono, B., Affandi, I., Suryadi, K., & Darmawan, C. (2022). Online civic engagement: Fostering citizen engagement through social media. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 19(1), 75–85. https://doi.org/10.21831/jc.v19i1.49723
Oden, A., & Porter, L. (2023). The kids are online: Teen social media use, civic engagement, and affective polarization. Social Media + Society, 9(3). https://doi.org/10.1177/20563051231186364
Pangrazio, L., & Sefton-Green, J. (2021). Digital rights, digital citizenship and digital literacy: What’s the difference? Journal of New Approaches in Educational Research, 10(1), 15–27. https://doi.org/10.7821/naer.2021.1.616
Prasetya, H. (2021). Upaya bela negara Generasi Z berbasis pengembangan media sosial. Jurnal Kebangsaan, 1(2), 53–61. https://doi.org/10.51170/jk.v1i2.222
Puteri, F. A.-Z., Balqis, M. B., Setiawan, D., Choirunnisa, M. S., Nadia, I. M., & Rheinsalazar, S. F. (2025). Peran content creator sebagai agen bela negara dalam menangkal disinformasi: Studi kasus konten Ferry Irwandi. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu, 2(3), 29–35. https://doi.org/10.69714/6eec1s75
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 211, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6413.
Richardson, J. W., Martin, F., & Sauers, N. (2021). Systematic review of 15 years of research on digital citizenship: 2004–2019. Learning, Media and Technology, 46(4), 498–514. https://doi.org/10.1080/17439884.2021.1941098
Sabina, A. N. A., Juniati, S., Mulyani, M. E., Fitriyani, Putri, C. A., & Janah, S. R. (2026). Pemanfaatan bahasa meme oleh Generasi Z dalam transformasi kritik sosial di ruang digital. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 5(1), 293–305.
Saputra, E. H., Jayamahe, J. J., & Bay, A. U. (2025). Strategi digital pembinaan bela negara generasi muda di era asimetris. JIIP–Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(12), 13507–13512. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i12.9940
Sari, Y., Suyato, S., Mulyono, B., & Murdiono, M. (2025). Generation Z Instagram activism: Between slacktivism and online civic engagement in Indonesia’s democracy. Journal of Governance and Local Politics, 7(2), 275–286. https://doi.org/10.47650/jglp.v7i2.2307
Saryono, S., Astuti, S., & Susi, S. (2024). The role of the Tri Pusat Pendidikan in combating cyberbullying in adolescents. Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara, 15(2), 179–188. https://doi.org/10.37640/jip.v15i2.1827
Saryono, S., Sunandi, I., & Dede, D. (2025). Pendidikan politik kaum milenial di era digital: Peluang, tantangan, dan strategi penguatan literasi. Jurnal PAKAR Pancasila dan Kewarganegaraan, 1(2), 119–128.
Saryono, S., Sunarso, S., & Nasiwan, N. (2026a). Political ethics education and student political culture: Legal awareness as a predictor of democratic participation among university students. Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan), 7(1), 154–164. https://doi.org/10.54371/ainj.v7i1.1309
Saryono, S., Sunarso, S., & Nasiwan, N. (2026b). Teori transformasi etika politik: Rekonstruksi pemikiran Soekarno dalam perspektif Pendidikan Kewarganegaraan. Widina Media Utama.
Saud, M., & Margono, H. (2021). Indonesia’s rise in digital democracy and youth’s political participation. Journal of Information Technology & Politics, 18(4), 443–454. https://doi.org/10.1080/19331681.2021.1900019
Schmitt, J. B., Baake, J., & Kero, S. (2024). What means civic education in a digitalized world? Frontiers in Psychology, 15, 1257247. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2024.1257247
Schreier, M. (2012). Qualitative content analysis in practice. SAGE Publications.
Sobari, W. (2026). Reimagining citizenship in electoral times: Lessons from Gen Z’s digital civics prototypes for Indonesia’s 2024 election. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 23(1), 1–17. https://doi.org/10.21831/jc.v23i1.90563
Subagio, H., Yulianto, W. W. E., Prasetyo, D., & Muharam, R. S. (2022). Penguatan karakter bela negara di era revolusi digital melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 7(1), 79–93. https://doi.org/10.21067/jmk.v7i1.6886
Tarsidi, D. Z., Suryadi, K., Budimansyah, D., & Rahmat, R. (2023). Social media usage and civic engagement among Indonesian digital natives: An analysis. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 20(2), 257–269. https://doi.org/10.21831/jc.v20i2.60812
Vissenberg, J., De Coninck, D., Mascheroni, G., Joris, W., & d’Haenens, L. (2023). Digital skills and digital knowledge as buffers against online mis/disinformation? Findings from a survey study among young people in Europe. Social Media + Society, 9(4). https://doi.org/10.1177/20563051231207859
Wilf, S., Maker Castro, E., Garzón Gupta, K., & Wray-Lake, L. (2023). Shifting culture and minds: Immigrant-origin youth building critical consciousness on social media. Youth & Society, 55(8), 1589–1614. https://doi.org/10.1177/0044118X221103890
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Citizenship Virtues

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Author(s) agree that this article remains permanently open access under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License












