Catcalling sebagai Praktik Kontrol Sosial Maskulin di Ruang Publik Kampus: Studi Fenomenologi pada Mahasiswi FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Authors

  • Talitha Damayanti Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Stevany Afrizal Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Saryono Saryono STKIP Kusuma Negara

DOI:

https://doi.org/10.37640/jcv.v6i1.2806

Keywords:

Catcalling, Kontrol_sosial_maskulin, Pendidikan_kewarganegaraan, Relasi_gender

Abstract

FFenomena catcalling merupakan bentuk pelecehan verbal di ruang publik yang sering menargetkan perempuan sebagai objek interaksi seksual yang tidak diinginkan. Meskipun kerap dianggap sebagai candaan, praktik ini memiliki implikasi sosial dan psikologis bagi perempuan yang mengalaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis catcalling sebagai bentuk kontrol sosial maskulin di ruang publik kampus serta memahami pengalaman mahasiswi yang mengalaminya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi terhadap enam mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang pernah mengalami catcalling di sekitar kampus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa catcalling muncul dalam bentuk siulan, panggilan bernada menggoda, serta komentar terhadap penampilan fisik yang merefleksikan objektifikasi tubuh perempuan dan relasi kuasa gender di ruang publik. Pengalaman tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman dan mendorong mahasiswi mengembangkan strategi adaptasi ketika berada di ruang publik. Temuan ini memperluas pemahaman mengenai catcalling sebagai praktik sosial yang mereproduksi dominasi maskulin serta memiliki implikasi bagi pengembangan Pendidikan Sosiologi dan Pendidikan Kewarganegaraan.

Author Biographies

Talitha Damayanti, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

-

Stevany Afrizal, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

-

Saryono Saryono, STKIP Kusuma Negara

-

References

Afrizal, S., Kuntari, S., Setiawan, R., & Legiani, W. H. (2020). Perubahan sosial pada budaya digital dalam pendidikan karakter anak. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP, 3(1), 429–436.

Aman, K. R. P. (2019). Survei pengalaman pelecehan seksual di ruang publik di Indonesia. Koalisi Ruang Publik Aman.

Astuti, T., & Afrizal, S. (2022). Realitas peran dan hak perempuan dalam lingkup organisasi HMJ di FKIP Untirta (Perspektif sosiologi gender). Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS, 2(2), 39–50. https://doi.org/10.26418/skjpi.v2i2.54784

Banks, J. A. (2017). Diversity and citizenship education: Global perspectives. Jossey-Bass.

Bhasin, K. (2000). Understanding gender. Kali for Women.

Bourdieu, P. (1991). Language and symbolic power. Harvard University Press.

Branson, M. S. (1999). Civic education: A foundation for democratic citizenship. Center for Civic Education.

Connell, R. W., & Messerschmidt, J. W. (2005). Hegemonic masculinity: Rethinking the concept. Gender & Society, 19(6), 829–859. https://doi.org/10.1177/0891243205278639

Creswell, J. W. (2013). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (3rd ed.). SAGE Publications, Inc.

Dubey, S., Bailey, A., & Lee, J. (Brian). (2025). Women’s perceived safety in public places and public transport: A narrative review of contributing factors and measurement methods. Cities, 156, 105534. https://doi.org/10.1016/j.cities.2024.105534

Fairchild, K., & Rudman, L. A. (2008). Everyday stranger harassment and women’s objectification. Social Justice Research, 21(3), 338–357. https://doi.org/10.1007/s11211-008-0073-0

Fileborn, B., & O’Neill, T. (2023). From “ghettoization” to a field of its own: A comprehensive review of street harassment research. Trauma, Violence, & Abuse, 24(1), 125–138. https://doi.org/10.1177/15248380211021608

Fileborn, B., & Vera-Gray, F. (2017). “I want to be able to walk the street without fear”: Transforming justice for street harassment. Feminist Legal Studies, 25(2), 203–227. https://doi.org/10.1007/s10691-017-9350-3

Firestone, S. (1970). The dialectic of sex: The case for feminist revolution. William Morrow.

Gardner, C. B. (1995). Passing by: Gender and public harassment. University of California Press.

Handayani, A., Lindawati, Y. I., & Afrizal, S. (2023). Kesetaraan gender organisasi siswa intra sekolah di SMAN 1 Carenang. Edu Sociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 6(2), 603–609. https://doi.org/10.33627/es.v6i2.1484

Hermsen, S., & Afrizal, S. (2024). Peran Instagram dalam perilaku komunikasi secara langsung di kalangan mahasiswa Untirta. Edu Sociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 7(1), 371–382. https://doi.org/10.33627/es.v7i1.2040

Herrera, J., & McCarthy, B. (2023). Street harassment interpretations: An exploration of the intersection of gender and race/ethnicity, and mediator variables. Violence Against Women, 29(3–4), 453–474. https://doi.org/10.1177/10778012221094067

Logan, L. S. (2015). Street harassment: Current and promising avenues for researchers and activists. Sociology Compass, 9(3), 196–211. https://doi.org/10.1111/soc4.12248

Mellgren, C., & Ivert, A.-K. (2019). Is women’s fear of crime fear of sexual assault? A test of the shadow of sexual assault hypothesis in a sample of Swedish university students. Violence Against Women, 25(5), 511–527. https://doi.org/10.1177/1077801218793226

Miles, C., Broad, R., & Oldham, M. (2026). The safety work of women who run: Negotiating fear, experiences and normalization of abuse. The British Journal of Criminology, 66(1), 111–129. https://doi.org/10.1093/bjc/azaf034

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Moustakas, C. (1994). Phenomenological research methods. Sage Publications.

Nuryasin, M. J., & Afrizal, S. (2024). Kekerasan simbolik pada organisasi mahasiswa intra kampus badan eksekutif mahasiswa. Edu Sociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 7(2), 1–10. https://doi.org/10.33627/es.v7i2.2698

Komnas Perempuan. (2024). Catatan tahunan kekerasan terhadap perempuan tahun 2024. Komnas Perempuan.

Saryono, S., Fazria, A., Andini, S., & Hasan, H. (2022). Hubungan antara pemahaman etika politik dan kesadaran hukum dengan budaya politik organisasi mahasiswa. Jurnal Citizenship Virtues, 2(1), 215–222. https://doi.org/10.37640/jcv.v2i1.1369

Saryono, S., Sunandi, I., & Dede. (2025). Pendidikan politik kaum milenial di era digital: Peluang, tantangan, dan strategi penguatan literasi. PAKAR Pancasila dan Kewarganegaraan, 1(2), 119–128.

te Braak, P., & van Tienoven, T. P. (2025). Navigating the city: A systematic literature review on women’s perceived safety in urban public space. Cities, 162, 105907. https://doi.org/10.1016/j.cities.2025.105907

Tong, R. (2009). Feminist thought: A more comprehensive introduction (3rd ed.). Westview Press.

Useche, S. A., Colomer, N., Alonso, F., & Faus, M. (2024). Invasion of privacy or structural violence? Harassment against women in public transport environments: A systematic review. PLOS ONE, 19(2), e0296830.

Vera-Gray, F. (2016). Men’s stranger intrusions: Rethinking street harassment. Women’s Studies International Forum, 58, 9–17. https://doi.org/10.1016/j.wsif.2016.04.001

Vera-Gray, F., & Kelly, L. (2020). Contested gendered space: Public sexual harassment and women’s safety work. International Journal of Comparative and Applied Criminal Justice, 44(4), 265–275. https://doi.org/10.1080/01924036.2020.1732435

Downloads

Published

2026-03-26