Perilaku Politik Elite Nahdlatul Ulama dan Implikasinya terhadap Pemilih Nahdliyin pada Pilpres 2024 di Kota Depok

Authors

  • Udoh Mafudoh SMP Arrahman Kota Depok
  • Mohamad Abduh STKIP Arrahmaniyah
  • Sri Rumiati STKIP Arrahmaniyah

DOI:

https://doi.org/10.37640/jcv.v6i1.2746

Keywords:

Elite_NU, Pemilih_nahdliyin, Perilaku_politik, Pilpres_2024

Abstract

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia memiliki pengaruh sosial dan politik yang signifikan, terutama melalui peran elite keagamaannya di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika dan perilaku politik elite NU serta implikasinya terhadap perilaku pemilih nahdliyin pada Pemilihan Presiden 2024 di Kecamatan Cipayung Kota Depok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari elite NU struktural, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang dipilih melalui purposive dan snowball sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku politik elite NU pada Pilpres 2024 bersifat cair, plural, dan tidak monolitik. Secara organisatoris NU tetap berpegang pada khittah sebagai organisasi sosial-keagamaan, namun secara personal elite NU terlibat dalam politik elektoral melalui dukungan informal, jaringan politik kandidat, legitimasi simbolik keagamaan, serta pemanfaatan media digital. Fragmentasi sikap politik elite NU berimplikasi pada perilaku pemilih nahdliyin yang semakin rasional dan mandiri, khususnya di wilayah urban. Elite NU tidak lagi menjadi penentu tunggal pilihan politik, melainkan berperan sebagai referensi moral dalam pembentukan preferensi politik masyarakat.

References

Aminuddin. (2020). Organisasi keagamaan dan politik di Indonesia: Teori dan praktik. Pustaka Ilmu.

Bottomore, T. (1993). Elites and society. Routledge.

https://doi.org/10.4324/9780203412440

Bourdieu, P. (1991). Language and symbolic power. Polity Press.

https://doi.org/10.2307/2070393

Bungin, B. (2017). Penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya. Kencana.

https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1112910

Burhani, A. N. (2019). Politik identitas dan otoritas keagamaan dalam kontestasi elektoral. Jurnal Politik Indonesia, 4(2), 87–104.

https://doi.org/10.7454/jpi.v4i2.87

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

https://doi.org/10.4135/9781506335193

Downs, A. (1957). An economic theory of democracy. Harper & Row.

https://doi.org/10.2307/1952085

Hasbullah, A., & Faturrahman, M. (2021). Perilaku politik organisasi keagamaan dalam pilkada dan pilpres. Jurnal Politik dan Keagamaan, 15(3), 45–62.

https://doi.org/10.1234/jpk.v15i3.2021

Junaedi, F. (2025). Religion and political engagement in contemporary Indonesian democracy. Journal of Asian Political Studies, 12(1), 55–70.

https://doi.org/10.1017/japs.2025.004

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

https://doi.org/10.4135/9781506335193

Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1135224

Muzakki, A. (2019). Elite keagamaan dan demokrasi lokal. Rajawali Pers.

https://rajagrafindo.co.id/produk/elite-keagamaan-dan-demokrasi-lokal/

Noer, D. (2018). Nahdlatul Ulama: Tradisi dan modernisasi. Alfabeta.

Saputra, H. (2023). Religious organizations and electoral politics in Indonesia: The case of Nahdlatul Ulama. Indonesian Journal of Political Studies, 8(2), 101–115.

https://doi.org/10.15294/ijps.v8i2.2023

Scott, J. C. (1972). Patron-client politics and political change in Southeast Asia. Yale University Press.

https://doi.org/10.2307/j.ctv1xxz8

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Susanti, R. (2024). Islamic organizations and democratic consolidation in Indonesia. Journal of Contemporary Southeast Asian Studies, 46(2), 211–227.

https://doi.org/10.1080/00472336.2024.211227

Syamsuddin, I. (2022). Elite agama dan politik di wilayah urban. Jurnal Ilmu Politik Indonesia, 8(1), 13–27.

https://doi.org/10.14710/jipi.8.1.13-27

Widia, M. (2025). Nahdlatul Ulama and democratic moderation in Indonesia. Journal of Religion and Politics, 17(1), 33–49.

https://doi.org/10.1017/jrp.2025.001.

Downloads

Published

2026-03-26