Dari Nongkrong ke Networking, Budaya Kafe sebagai Ruang Produksi Karakter Identitas Anak Muda di Era Platformisasi Digital
DOI:
https://doi.org/10.37640/jcv.v6i1.2708Keywords:
budaya kafe;, Anak Muda, thematic analysis, Yogyakarta, Platformisasi digital, IdentitasAbstract
Penelitian ini mengkaji pergeseran makna “nongkrong” di kafe-kafe sebagai bagian dari aktivitas rekreatif menjadi praktik networking yang berkelindan dengan platformisasi digital. Berangkat dari asumsi bahwa kafe tidak lagi sekadar ruang konsumsi, studi ini menelusuri bagaimana anak muda memaknai kehadiran di kafe sebagai proses produksi identitas melalui estetika ruang, performativitas gaya hidup, relasi pertemanan/komunitas, serta jejak digital pada platform Digital. Data dihimpun melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi partisipan di sejumlah kafe yang menjadi titik temu anak muda, disertai penelusuran jejak digital partisipan yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan thematic analysis dengan lensa kritis untuk mengungkap bukan hanya pola makna dan praktik, tetapi juga relasi kuasa, logika komodifikasi diri, dan batas-batas sosial yang bekerja dalam pengalaman “nongkrong” kontemporer. Kredibilitas temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kafe berfungsi sebagai “panggung” identitas dan modal sosial: anak muda merancang citra diri, mengelola kesan, serta membangun koneksi akademik, kreatif, dan profesional melalui kombinasi interaksi luring dan visibilitas daring. Namun, praktik ini memunculkan ketegangan antara autentisitas dan komodifikasi, inklusi dan eksklusi berbasis kelas, serta kenyamanan ruang publik dan logika pengawasan/penilaian digital. Studi ini berkontribusi pada pemahaman relasi ruang urban, budaya anak muda, dan platform digital dalam pembentukan identitas kontemporer.
References
Bookman, S. (2013). Brands and Urban Life: Specialty Coffee, Consumers, and the Co-creation of Urban Café Sociality: Specialty Coffee, Consumers, and the Co-creation of Urban Café Sociality. Space and Culture, 17(1), 85-99. https://doi.org/10.1177/1206331213493853
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Chan, S. C. (2018). Tea cafés and the Hong Kong identity: Food culture and hybridity. China Information, 33(3), 311-328. https://doi.org/10.1177/0920203X18773409
Chaudhuri, R. D. (2018). Cultivating ‘Beverage-hood’: The Shaping of Tastes and Identities in Textured Spaces of a South Kolkata Locality. Society and Culture in South Asia, 5(1), 70-92. https://doi.org/10.1177/2393861718787872
Gorenberg et al (2023). Understanding and Improving Older People’s Well-Being through Social Prescribing Involving the Cultural Sector: Interviews from a Realist Evaluation. Journal of Applied Gerontology, 42(7), 1466–1476. https://doi.org/10.1177/07334648231154043
Hammersley, M., & Atkinson, P. (2007). Ethnography: Principles in practice (3rd ed.). Routledge.
Hartmann, M. (2009). The Changing Urban Landscapes of Media Consumption and Production. European Journal of Communication, 24(4), 421-436. https://doi.org/10.1177/0267323109345521
Hsiao, Y.-H., & Chen, G.-T. (2020). Listening to Customer Kansei for Restaurant Location Evaluation. Journal of Hospitality & Tourism Research, 44(4), 666-693. https://doi.org/10.1177/1096348020919024
Jham, V. (2022). Filli Café: Experience Tea and Talk. Asian Journal of Management Cases, 20(1), 47-58. https://doi.org/10.1177/09728201221139370
Kim DH. (2018).Development of a psychological pathway model linking lighting quality to well-being in indoor café environments. Indoor and Built Environment.;27(3):390-401. doi:10.1177/1420326X17753512
Kim, D., & Jang, S. (Shawn). (2014). Symbolic Consumption in Upscale Cafés: Examining Korean Gen Y Consumers’ Materialism, Conformity, Conspicuous Tendencies, and Functional Qualities: Examining Korean Gen Y Consumers’ Materialism, Conformity, Conspicuous Tendencies, and Functional Qualities. Journal of Hospitality & Tourism Research, 41(2), 154-179. https://doi.org/10.1177/1096348014525633
Kviat, A. (2021). Post-digital prosumption and the sharing economy of space: The pay-per-minute cafe. Journal of Consumer Culture, 22(3), 801-822. https://doi.org/10.1177/14695405211022080
Lægran, A. S., & Stewart, J. (2003). Nerdy, Trendy or Healthy? Configuring the Internet Café. New Media & Society, 5(3), 357-377. https://doi.org/10.1177/14614448030053004
Murdiono, M., Hidayah, Y., & Charismana, D. S. (2025). Survey review: Analysis of moral panic through citizenship education in the context of socio-economic empowerment and cultural identity as life values. In Proceedings of the 5th Annual Civic Education Conference (5th ACEC 2024) (pp. 156–165). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-372-6_17
Mutula, Stephen M. (2003). Cyber café industry in Africa. Journal of Information Science, 29(6), 489–497. https://doi.org/10.1177/0165551503296006
Pandangan Jogja. (2025, August 27). Jogja punya 3.500 coffee shop, terbanyak di Indonesia. Kumparan. https://kumparan.com/pandangan-jogja/jogja-punya-3-500-coffee-shop-terbanyak-di-indonesia-25jkE6CT6QI
Permatasari, R. Y. A., Irianti, N. P., & Hidayah, Y. (2025). Pendampingan Etika Pergaulan di Ruang Publik dan Digital bagi Generasi Muda di Yogyakarta sebagai Wujud Cinta Tanah Air. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 223–228. https://doi.org/10.56393/jpkm.v5i2.3638
Shafina, G. (2023, June 4). Benarkah masyarakat Indonesia gemar ke kafe? GoodStats Data. https://data.goodstats.id/statistic/benarkah-masyarakat-indonesia-gemar-ke-kafe-ce1T4
Simpson, T. (2008). The commercialization of Macau’s cafés. Ethnography, 9(2), 197-234. https://doi.org/10.1177/1466138108089468
Wakeford, N. (2003). The Embedding of Local Culture in Global Communication: Independent Internet Cafés in London. New Media & Society, 5(3), 379-399. https://doi.org/10.1177/14614448030053005
Warner, J., Talbot, D., & Bennison, G. (2012). The cafe as affective community space: Reconceptualizing care and emotional labour in everyday life. Critical Social Policy, 33(2), 305-324. https://doi.org/10.1177/0261018312449811
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Citizenship Virtues

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Author(s) agree that this article remains permanently open access under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License











