Perbedaan Penerapan Model Pembelajaran Value Clarificaton Teknique (VCT) dan Model Inquiry Terhadap Internalisasi Karakter Tanggung Jawab dan Hasil Belajar Siswa

Authors

  • Sukatmi Sukatmi STKIP Arrahmaniyah
  • Sri Rahayu Pudjiastuti STKIP Arrahmaniyah

DOI:

https://doi.org/10.37640/jcv.v4i2.2018

Keywords:

Value Clarification Teknique, Inquiry, Karakter Tanggung Jawab

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penerapan model pembelajaran value clarification technique (VCT) dan model inquiry terhadap internalisasi karakter tanggung jawab dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi experiment, untuk mengetahui perbedaan dengan memberi perlakuan terhadap dua kelompok kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data penelitian dikumpulkan melalui angket dan tes. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan uji beda. Hasil penelitisan ini menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan hasil angket siswa menggunakan model pembelajaran Value Clarification Teknique (VCT) dan Model Inquiry terhadap internalisasi karakter tanggung jawab. Hal ini ditunjukan oleh hasil uji paired sample t test, diperoleh nilai Sig. (2-tailed) untuk data angket < 0,05. 2). Terdapat perbedaan hasil tes siswa menggunakan model pembelajaran Value Clarification Teknique (VCT) dan Model Inquiry terhadap hasil belajar pada materi Kewenangan Lembaga Negara menurut UUD 1945. Hal ini ditunjukan oleh hasil uji paired sample t test, diperoleh nilai Sig. (2-tailed) untuk hasil belajar < 0,05. 3) Terdapat perbedaan nilai rata-rata angket model VCT sebesar 118,97 dan model Inquiry sebesar 124,57. Sedangkan hasil belajar model VCT sebesar 83,97 dan model Inquiry sebesar 89,27. Dengan kata lain rata-rata nilai angket dan hasil belajar model Inquiry > nilai rata-rata model VCT. Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Inquiry lebih efektif dibandingkan model pembelajaran VCT terhadap internalisasi karakter tanggung jawab dan hasil belajar siswa.

References

Benny A. Pribadi. Model Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta: Dian Rakyat, 2010), h.9

Fatchul Mu’in, Pendidikan Karakter konstruksi teoritik dan Paraktik,(Jogjakarta, Ar-Ruzz Media

Hamruni, Strategi Pembelajaran,(Yogyakarta: Insan Madani, 2012), hal. 88

Khoirul Anam,(2016), Pembelajaran Berbasis Inquiry, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, hal 9

M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2002), h. 82. 48 Catharina Tri Anni, Psikologi Belajar (Semarang: IKIP Semarang Press, 2004), h. 4.

Pudjiastuti, Sri Rahayu. 2019. Metode Penelitian Pendidikan Yogyakarta: Media

Ilmu.

Pudjiastuti, Sri Rahayu (2020), “Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Mencegah Paham Radikal”, Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi, 19(02), 32-39.

Pudjiastuti, Sri Rahayu (2020), “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Bagi Generasi Milenial”, Journal Tim Dosen Pancasila Dan Kewarganegaraan. Volume 4. 65-88.

Pudjiastuti, Sri Rahayu (2022), “The Role of Statistics in Research to Improve Critical Thinking Skills.” JHSS (Journal of Humanities and Social Studies, 6(3), 417-422.

Sardiman A,M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007), h. 19

Sri Narwanti, Pendidikan Karakter, (Jogjakarta, Familia Pustaka Kaluarga 2014),hlm30

Sutarjo Adisusilo, Pembelajaran Nilai karakter kontruktivisme dan VCT sebagai inovasi pendekatan pembelajaran afektif, (Jakarta : RajaGrafindo Persada, 2013), h. 141-146

Tukiran Taniredja, Model-model Pembelajaran Inovatif dan Efektif, Alfabeta, Bandung, 2014, hlm. 87.

Trianto Ibnu Badar Altabany, Mendesain Model Pembelajaran Inovativ, Progresif, dan Kontekstual, (Jakarta : Kencana, 2014), h. 19-24

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Kencana, 2006), h. 196

Downloads

Published

2024-10-02