Membangun Kreativitas Guru di Masa Pandemi melalui Cyberspace Learning Model
Keywords:
blended learning model, cyberspace learning model, kreativitasAbstract
Hidup itu berpikir. Tidak ada kehidupan tanpa berpikir. Berpikir kritis dengan ide-ide kreatif dan gagasan inovasi adalah salah satu kunci untuk membuka rahasia kehidupan di tengah kompetisi yang berkembang amat pesat. Berpikir kreatif (to create) adalah berpikir tentang cara-cara yang lebih efektif untuk menciptakan sesuatu yang baru. Berpikir kreatif adalah berpikir melampaui kebiasaan-kebiasaan. Berpikir kreatif umumnya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki spirit dan motivasi unggul. Kreativitas seseorang akan mudah terangsang apabila tumbuh di tengah perubahan. Namun demikian, pemikir kreatif akan terus berpikir sekalipun hidup di tengah lingkungan yang miskin akan perubahan. Apalagi ketika lingkunganya berubah dikarenakn pandemi. Untuk itu, guru tidak hanya dituntut mampu menguasai materi pelajaran yang bermutu saja, tapi juga harus mampu mengembangkan metode pembelajaran secara kreatif. Terlebih dengan kondisi darurat seperti sekarang, dimana proses pembelajaran telah bergeser dari pembelajaran di kelas ke pembelajaran di dunia maya (cybersface learning model). Kondisi ini menuntut guru mampu mengembangkan model pembelajaran campuran (blended learning model) antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran tertutup melalui online.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan STKIP Kusuma Negara II

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The authors agree that this article remains permanently open access under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
