Edukasi Implementasi Peran Quintuple Helix Menuju Kota Kreatif di Kota Probolinggo
DOI:
https://doi.org/10.37640/japd.v3i1.1743Keywords:
edukasi, quintuple helix, kota kreatifAbstract
Kota Kreatif merupakan konsep pembangunan kota dengan mengorientasikan pada aspek lingkungan kreatif, aktor kreatif, dan ekonomi kreatif. Hal ini juga melibatkan peran pemerintah, akademisi, pelaku ekonomi, masyarakat, dan lingkungan itu sendiri yang tergolong dalam quintuple helix. Seperti di Kota Probolinggo dalam mewujudkan kota kreatif dengan keterlibatan berbagai aktor. Sehingga hal ini menarik untuk dikembangkan dalam kegiatan pemberdayaan guna mendukung Kota Probolinggo mewujudkan konsep kota kreatif. Penyelenggaraan dilakukan melalui tahap pra-pelaksanaan, pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan. Metode penyelenggaraan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini merupakan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan ini mendapat respon baik dengan adanya aksi interaktif selama kegiatan, serta hasil evaluasi menunjukkan indikator keberhasilan kegiatan. Tidak hanya peningkatan pemahaman terkait quintuple helix dan kota kreatif khususnya di Kota Probolinggo, tetapi meningkatkan kesadaran mitra dalam aktif berperan baik sebagai mahasiswa maupun peran lainnya. Seluruh rangkaian berjalan dengan baik dan mencapai indikator keberhasilan.
References
Jufra, A. A., Anam, S., Imran, M., & Basri, M. I. (2021). Mega Aktiva?: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Mega Aktiva?: Jurnal Ekonomi dan Manajemen. Mega Aktiva: Jurnal Ekonomi Dan Manajemen, 10(2), 68–85. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.32833/majem.v10i2.169
KEMENPAREKRAF. (2022). Kata Kreatif. Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. https://kotakreatif.kemenparekraf.go.id/
Nugraha, D. H. (2016). Kota Kreatif Dan Strategi Keberlanjutannya Studi Kasus?: Kota Yogyakarta dan Bandung. Prosiding Seminar Nasional Kota Kreatif, 1(11), 169–179.
Praswati, A. N. (2017). Perkembangan Model Helix Dalam Peningkatan Inovasi. Prosiding Seminar Nasional Riset Manajemen & Bisnis - Universitas Muhammadiyah Surakarta, 1(1), 690–705.
Prayudi, P., Ardhanariswari, K. A., & Probosari, N. (2020). Analisis Kota Yogyakarta Sebagai Kota kreatif: Pendekatan Sinergitas Quadro Helix. Jurnal EKSOS, 2(2), 294–306. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24329/aspikom.v5i2.704
Rahmat, A., & Mirnawati, M. (2020). Model Participation Action Research Dalam Pemberdayaan Masyarakat. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 6(1), 62–71. https://doi.org/10.37905/aksara.6.1.62-71.2020
Ramadhani, A. K., Soedwiwahjono, S., & Putri, R. A. (2017). Kajian Kesiapan Penerapan Konsep Kota Kreatif Desain Di Surakarta. Arsitektura, 13(2). https://doi.org/10.20961/arst.v13i2.15622
Sopanah, S., Bahri, S., & Ghozali, M. (2018). Prospek Pengembangan Malang Raya Sebagai Kota. Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH 2018) Universitas Widyagama Malang, 1(9), 168–177.
Ulumuddin, I., Biantoro, S., Raziqin, K., & Novirina, R. U. (2020). Strategi Pengembangan Kota Kreatif Di Indonesia: Perspektif Pemajuan Kebudayaan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. http://repositori.kemdikbud.go.id/21583/1/Puslitjak_2020_25_Strategi_Pengembangan_Kota_Kreatif_di_Indonesia.pdf
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Imam Sucahyo, Nurul Jannah Lailatul Fitria

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Author(s) agree that this article remains permanently open access under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

















